jemari kian kaku

Posted on Updated on

Terasa jemari kian kaku untuk menulis hatta satu ayat pun di blog ini. Tidak seperti masa-masa terdahulu, saban hari, ide meluncur dan mengalir bagai air. Keadaan, gerak dan tingkah manusia bisa mencipta satu cerita yang mengundang hikmah. Dan tarbiyyah semestinya.  Agaknya hati ana terlalu keras sekarang. Atau mungkin air mata susah benar untuk menitik. Mungkin juga niat dan tujuan ana tersalah. Dan tidak mustahil kerana setiap yang ditaip itu tidak ana amalkan sungguh-sungguh. Dan tadi ketika mendengar bacaan dari surah al-Hadiid, hati benar-benar terusik. 

“Belum sampai lagikah masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran Al-Quran yang diturunkan kepada mereka? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah memberikan kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik (derhaka).” (alHadid,16)

Ya Tuhan. 

Betapa dalam kita sibuk mengejar dan mencari erti hidup, kita selalu terlupa, mati terlalu dekat. Entah mengapa, ketakutan sering menjerut tangkai hati bila mengenang sakaratul maut. Persediaan serasanya masih sebesar kuman. Ditambah tolak dengan amalan yang tidak sempurna, atau luput kerana riak. Masih adakah lagi peluang untuk menghidu jannah? Kerana yang pasti itu ghaib. Maka ana selalu alpa; yang ada dalam tiada. Seperti kematian yang datang menjenguk terhadap saudara kita, menangis, muhasabah dan beberapa hari seterusnya terus hilang. Dan diri ana terus bermain-main di atas dunia ini. 

Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusanMu berlaku kepadaku, qadha’Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama baik yang telah Engkau namakan untuk diriku sendiri, atau yang telah engkau turunkan dalam kitabMu, atau yang telah Engkau ajarkan kepada seseorang daripada makhlukMu atau Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib disisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Quran sebagai pententeram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku. 

  • Tuhan

  • Aku adalah fakir

  • Masih mencari buah fikir

  • Di tangan takdir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s