Selagi Aku Bernama Penyair

Posted on Updated on

Selagi aku bernama penyair

apalagi-segala-galanya yang boleh kumakan

akan kutelan, kerana puisi adalah makanan

darah, nanah, daging, tulang, kulit dan nafasku.

 

Selagi aku bernama penyair

apalagi-langit, laut, angin, gunung,

api, air, tanah akan kutelan

kerana itu makanan rohku.

 

Shamsudin Othman,

Taman Percakapan.

One thought on “Selagi Aku Bernama Penyair

    Ganjar Nugraha said:
    March 5, 2009 at 7:17 am

    “selagi nafasku masih tersisa
    selagi darahku masih mengalir
    selagi jantungku masih berdetak”
    aku akan selalu mengucap Alloh huakbar”

    salam kenal

    ” soldier Alloh “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s