Ibu, Bulan Yang Kupuja Sebenarnya Telah Pecah

Posted on Updated on

Duduk di beranda malam hari

aku selalu ingat kata ibu,

“Mi, kau ni seperti Li Po saja,

gemar berangan mencapai bulan!”

 

Ibu, bulan yang kupuja

sebenarnya telah pecah!

 

Rahimidin Zahari,

Di Kebun Khatulistiwa.

2 thoughts on “Ibu, Bulan Yang Kupuja Sebenarnya Telah Pecah

    bocahbancar said:
    March 3, 2009 at 12:18 am

    Bulan telah pecah..??

    Saya kurang mengerti mengenai hal ini..

    Mohon pencerahannya…

    wardahputeh responded:
    March 3, 2009 at 12:26 am

    Saya pun tidak memaklumi ini. Barangkali kita boleh tanyakan kepada penulisnya.
    Sajak ini berbaur cinta kasih pada pentaksiran saya…Barangkali…kekasih. Boleh jadi apa saja.

    “Bagaikan pungguk rindu kan bulan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s