Cebis-cebis Monolog

Posted on Updated on

Monolog kepada Tuhan

Ketika mendongak memandang langit-Mu Tuhan, terasa betapa kecilnya diri.

Monolog kepada kamu

 Terlalu banyak yang manusia ingin gapai, seperti aku.

Monolog kepada diri

Kalau hati sudah sayang, buktikan!

Monolog kepada kamu

Aku mahu kau seperti aku, kawan.

Kalau matahari itu warnanya putih, kita sama-sama meneguk nurnya.

Kalau jalan lurus itu yang terpilih, kita sama-sama meniti dan berlari di lorongnya.

Monolog kepada diri

Hei,

kalau kau katakan kau sayang,

buktikan!

Monolog kepada kamu

Aku tak gentar walau pun

semua bercakap aku terlalu berani.

Bahkan yang paling aku takuti

kau berpaling dan tak muncul-muncul lagi.

Monolog kepada Tuhan

Tetapi, Tuhan

aku terlalu kerdil untuk menarik hati-hati

mengalun syahadah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s