Pagi di Taman Bandar

Posted on

Pagi ini damai.

Saya di tepi tasik. Di atas rumput menghijau.  Pohon rendang meneduhi saya, mententerami hati saya. Burung-burung bertebaran di langit. Sekali-sekali singgah di bibir air. Berkicau riang.

Dua pasangan melintasi saya yang sedang bersimpuh sopan di perdu pokok. Saya buat tak endah.

Huda sudah hilang ke mana, saya tak tahu. Pokok-pokok hijau mendereti tubir tasik, menghalang penglihatan saya. Saya merenung kembali langit yang bersatu air tasik.

Subhanallah.

Benarlah, ayat-ayat Tuhan itu terpampang di mana-mana sahaja, sungguh-sungguh mensentosakan jiwa. Nota di tangan saya telek bersama udara nyaman menyerbu ke rongga nafas.

Harumnya bau rumput. Saya senyum lagi.

Pancaran matahari masih malu-malu bersembunyi. Saya senyum pada bukit. Saya kenyit mata pada silau matahari. Cahayanya kini bergemerlapan di jantung.

Betul-betul, saya sudah jatuh cinta.

Jatuh hati pada alam.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s