Janji setia

Posted on Updated on

481752_4620810369699_1158278521_n

Bismillah.

Setahun berlalu seperti melayangnya daun kering- begitu mudah dan rapuh.  Pantas dan tenang dun kuning itu melayang mencecah tanah.  Tahun 2010 kaki ini berlari di atas jalannya yang berlapik batuan dengan ditemani teman-teman.  Tahun 2011 derapan kaki saya longlai melangkah- seakan dirasuk sunyi.  Tahun 2012, saya masih menghela nafas, melihat kuntum ungunya yang bertaburan dipijak-pijak.

Di sini cerpen Cahaya Amanah ternukil. Di sini ada ketawa riang bersahaja bersama sahabat. Di sini ada alir yang bertakung di relung jiwa.  Jalannya masih sama, cuma saya mengesan sedikit berlumut hijau pucuk pisang.  Muda-mudi berkayak.  Ais krim roti yang lazat.  Jualan dari boot kereta.

Bezanya kini, saya bergelar isteri orang.  Subhanallah.

Memang kita tidak dapat menjangkakan apa-apa yang berada di depan.  Kadang-kadang semuanya kelihatan begitu kelam.  Kekelaman ini menyerkup dan menghantui sehari-harian sehinggakan kita tidak mengharap apa-apa lagi.  Namun, la taisu min rauhillah. Janganlah berputus asa dengan rahmat Allah.  Allah senantiasa ada.

Cinta dan pengharapan tidak akan luput, tidak akan jatuh melayang dihembus kuatnya deru masa, jika disulami ikhlas…

kerana Allah.

Kerana dengan adanya Allah,hati-hati akan menjadi kuat, pengharapan selalu menyala dan jalan keluar pasti ada.  Yakinilah Allah seperti menyakini seorang kekasih yang berjanji setia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s