Busuk

Posted on Updated on

bauBUSUK[2]

 

Dinihari. Sunyi malam.

Kantuk belum mahu datang.

Hampir pukul 2 pagi, tapi belum terasa ingin melelapkan mata.

Fikiran terasa begitu berat, mencongak, membilang, memikir, menganalisis perkara yang tak habis-habis.

Sesekali terasa begitu hairan mendengar seorang penceramah begitu lunak dan suci tutur patahnya di corong radio.  Terfikir adakah dia tak pernah terkesankan akan mulut dan hati busuk manusia?

Sesekali terasa begitu takjub mendengar seorang manusia begitu lancar dan petah menutur tentang aibnya dan mengaibkan orang lain. Terfikir adakah dia tak pernah terkesankan akan Al-Qur’an dan baginda Rasulullah?

Bertopeng malaikat versus bertopengkan syaitan…

Oh, kadang memang saya begitu membencikan separuh diri manusia- sisinya yang busuk.

Seperti saya membenci diri saya sekarang yang bagai terkesankan dengan gelumang kebusukan itu.

Ya Allah dekatkanlah aku dengan kebaikan, jauhkan aku daripada keburukan. Tempatkanlah aku di kalangan orang yang tutur katanya sopan, tiada dosa seperti Rasulullah..amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s