Saya tak pandai…

Posted on

Bismillah.

Syaa’ban hampir pergi. Ramadan tinggal menunggu masanya sahaja untuk terbang menyentuh hati-hati manusia. Padanya ada berjuta misteri yang perlu digali.

Barangkali pada saat inilah segala jawaban bagi persoalan yang menghurung benak akan dapat dileraikan, satu-satu. Kerna jiwa jadi lembut saat disentuh bilah sayapnya, yang gebu, yang mengharum seluas segara… Saat terasa kepingin berdekatan Tuhan di tengah senyap malam yang menitis-nitis, hulurkan benjana ibadahmu yang kosong, Tuhan kan memberimu segugus anggur paling ranum; yakni pengubat lelah mu setelah 11 bulan kitarannya – lelah mengejar dunia.

Mama menyoalku tentang kesunyian dengan alas bicaranya menyuruhku berniaga secara maya. Balasku dengan kekekan tawa, “Kakak tak pandai berniaga.”🙂 Kalau betul aku kesempitan wang, kalau betul aku mau mengumpul wang, aku lebih senang dengan berkarya kerana kalau bukan kerana ringgit pun, aku bahagia menukangi puisi dan cerita. Bahkan aku dihiburkan dengan kisah-kisah rekaan ku sendiri sehingga boleh duduk pada posisi sama sejam -tanpa jemu mengulang baca.

Apakah perniagaan yang paling bagus di sisi Tuhan, selain perniagaan yang mengajak kepada-Nya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s