Antara puluhan mutiara…

Posted on

Bismillah

Ya Allah lamanya tak update blog! Asyik sibuk dengan bisnes tudung online dan kerja-kerja mengajar/ tugas sampingan. Kegemaran yang dulu-dulu; menulis tiba-tiba jatuh entah ke nombor berapa.

Di pertengahan Januari, tahun baharu, buat pertama kalinya saya hanya menconteng impian di sekeping papan tulis di kamar kerja.

impian

Beberapa kali saya telah mengulang tulis di blog ini, bahawa diri terasa sudah berada di takah paling selesa (baca: ‘comfort zone’) sepanjang usia 26 tahun. Memanglah ada lagi mimpi-mimpi yang tidak tercapai, atau pun sukar untuk digapai, pun saya berasa amat-amat bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki sekarang.

Takah ini adalah takah ‘penggilapan’ fikir saya.

Ada beberapa hal yang ingin saya gilapkan. Umpamanya di telapak tangan saya ini,  terkumpul berpuluh-puluh mutiara yang indah, pun begitu ada kekotoran yang perlu saya bersihkan.

Tahun 2014 ini bermakna takah usia menginjak dua puluh tujuh tahun.

Sebagai seorang pensyarah, saya ingin mendalami lagi ilmu di dalam bidang yang telah saya pelajari yakni Bioteknologi.

Sebagai seorang penulis, saya ingin menulis lebih banyak buku. Ingin meladeni pula bagaimanakah caranya menulis novel dan cerpen dengan lebih baik. Dan moga-moga buku puisi saya yang bakal berada di pasaran penghujung Januari ini akan mendapat sambutan yang tidak mengecewakan, insya’Allah. Amin.

Sebagai seorang yang gemar ber’eksperimen’ saya ingin melihat sejauh mana perniagaan tudung Wardah Puteh Online Shopping dapat bergerak. Dalam hal ini, saya ingin berterima kasih kepada mama, kerana ini akhirnya membuka mata saya untuk menjadi pemudah cara kepada muslimah di luar sana; yang mencari-cari tudung labuh. Ini sebenarnya situasi sama yang dialami saya sendiri, sukar mencari tudung sesuai. Tentunya tidak salah, membuat seorang ibu gembira, atas hal sekecil-kecil mana pun.

Sebagai seorang isteri saya ingin menjadi suri yang paling mendamaikan untuk suami. Insya’Allah.

Sebagai seorang anak dan kakak, pastilah saya ingin membalas jasa (yang tak mungkin terbalas) kepada mama, abah dan adinda tersayang.

Dalam sebanyak-banyak mutiara yang digenggam ini, yang paling besar harapan saya pastilah untuk menjadi hamba Allah yang tahu akan letak diri di dunia ini.

Allah. Selawat ke atas Rasulullah S.A.W.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s