Posted on Updated on

Bismillah.

Dingin pagi ini tiba-tiba rasa untuk menikmati riuh cengkerik dan unggas semakin berkocak. Merasai air mandian yang lebih sejuk daripada ais. Dan pada subuhnya memijak atas rumput yang basah berembun.

Bermalam di kampung halaman pastilah banyak bezanya, banyak jua kenangannya.

Saat merenung wajah di cermin, gambaran seorang anak kecil melintas. Tinggi berambut tempurung dan matanya selalu bergenang. Anak kecil yang sudah dewasa.

Saat merenung bingkai gambar mama dan abah, kepikunan telah membaluti tubuh orang-orang paling kucintai ini.

Dan aku menyedari masa yang lalu tak akan pernah dapat diputarkan. Tetapi boleh dikenang manisnya.

Dua puluh tujuh tahun. Bukankah begitu lama?

Dalam usia yang kian meningkat aku kian menghargai detik dan menikmatinya seadanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s