Cerpen Legenda Qaseh Mahsuri

Posted on Updated on

Bismillah

Cerpen ini, kisah yang istimewa di hati saya. Rencam peristiwa yang terkandung dalamnya.

Judul asalnya Aku Anak Pulau — ialah kisah tentang keluarga di sebelah abah saya sebenarnya, yang membesar di Pulau Langkawi.

Memori semasa kecil, telah mendesak saya melepaskan rindunya kepada kisah sederhana ini. Tentang arwah tok saya, memang Puteh namanya, mak cik-mak cik yang saya kasihi — Long Ton, arwah Ngah Mbun, Maryam dan Bedah. Abah saya anak lelaki tunggal, Husain.

Saya terlalu rindukan bau segaranya, pemecah ombak dan teratak tok di Kampung Batu Ara. Nostalgia ketika kecil berlarian bersama sepupu di kedai Ngah Mbun (Imbon — disalah eja sepatutnya Embun) betul-betul di Padang Matsirat–begitu hidup dan terasa seperti tayangan filem yang ingin saya ulang dan ulang dan ulang, sampai bila-bila.

Desakan merakam memori zaman kecil inilah, akhirnya membuahkan Legenda Qaseh Mahsuri– yang sederhana.

Maafkanlah saya, saya tidak pandai menulis naskhah yang menggugah, temanya kecil sahaja, tentang kekeluargaan, saya menjadi diri saya seadanya, yang memang sederhana.

Buat permulaaan, cerpen ini memberikan saya semangat yang berkibaran, seperti api yang baharu mulai hendak membara.

Selamat menikmatinya. Cerpen ini tersiar di BH Ahad pada 11.2.2018. Terima kasih editor!

Kasihku yang melebar,

Wardah Puteh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s